Sunday, February 02, 2014

Best Friend, No Matter What!

Sepertinya ini adalah hari yang paling saya tunggu-tunggu. Sambil menyelam minum air :D
Mungkin saya harus berterima kasih sama Ferik dan Ida. Mungkin kalau bukan karena resepsi nikahan mereka, kami ga mungkin reunian seperti ini :p

JOGJA. Selalu punya cerita. Sejauh mana pun kami pergi dan berkelana, ke kota inilah kami akan kembali karena di sinilah cerita kami berawal.

Walaupun ga bisa kumpul semuanya, tapi ini cukup membuat saya super duper bahagia. Karena cuma mereka, sahabat yg bisa membuat saya begini :)

Sudah hampir 3thn kami tidak bertemu. Setiap bikin rencana ketemuan di jkt dll, gagal dan gagal terus :|
Dan kali ini pun hanya 6 dari total 10 orang yg bisa ngumpul. 4 lagi tersebar di Balikpapan, Palopo, Jakarta, dan Jambi karena pekerjaan masing-masing. Saya, Beny (asli Purwokerto, current loc Bali), David (Chinese- Lampung, home Lampung, current loc Kudus), Steven (Chinese-Kupang, home Bali, current loc Jkt), Alex (Batak tulen, home Palembang, current loc Jogja) yg skrg jadi dosen di Jogja serta Johny (Soe NTT, home Soe, current loc Jogja) yg masih betah jadi mahasiswa abadi :( David dan Steve ini yg paling susah ditemuin. Maklum, auditor, mobile terus. Setiap saya bikin janji utk ketemu mereka di salah satu kota, selalu gagal, selalu ada alasan yg bikin kita ga jadi ketemuan. Dan kali ini pun, saya cuma bisa ketemu ga sampai 30 menit karena David harus segera kembali ke Kudus.

Steven, David, Me, Beny, Alex, Johny
(ki - ka)
Siangnya kami reunian dan cuma berlima, semacam nostalgila tempat-tempat kuliner favorit jaman kuliah dulu.

#1 - Babi Guling Bima Kroda

Sebagai salah satu pencinta nasi campur khas Bali, tempat ini selalu jadi tempat nogkrong favorit. Wpun ga tahan pedas, ttp maksa makan dsni saking doyannya :p Tempat ini bisa dibilang jadi basecamp kami hari Rabu atau Minggu siang karena ada menu babi gulingnya :D



#2 - Cinema XXI

Ini salah satu moment yg ditunggu. Asli saya kangen banget moment ngebioskop bareng kayak gini. Dulu tiap ada film baru release, kami langsung arrange jadwal nobar. Saya jadi agak katrok ya, maklum setahun an ga nonton bioskop. Jadi masuk bioskop rasanya wow bgt. Tapi sayang, film Hercules ga bisa bikin kebersamaan kami sempurna, film nya bener-bener mengecewakan :|


#3 - Pancake's Company

Pancake jadi makanan wajib untuk mengganjal perut di sore hari. Perut lapar, tp blm makan malam. Mau makan malam too early kayaknya. Akhirnya duduk cantik makan pancake :D



#4 - HAPPY WEDDING FERIK & IDA 

Ini dia sebenarnya tujuan utama kami ngumpul di Jogja, tp justru jd moment paling singkat :D Hujan di Jogja malam ini bikin saya, Beny, dan Steve ga betah berlama-lama. Setelah selesai cipika cipiki dan menyapa beberapa temen kuliah yg kebetulan juga datang, kami langsung tancap gas mencari makanan hangat :))

Foto souvenir yg di foto kembali :D


#5 - Sengsu Jetis

Makanan yg satu ini ngehits bgt di jaman kami, bahkan sampai sekarang. Ga pernah sepi. Sengsu (singkatan dari oSENG aSU). Maaf yaaa kalo edisi kuliner hari ini banyak yg 'haram' :( Kali ini kami super saltum ke sini, lengkap dengan pakaian rapi dan batik ala kondangan. Mungkin org akan kepikiran kasihan bgt kami pulang kondangan tp msh makan di luar. Bisa jadi mereka pikir kami kehabisan makanan di resepsi. Padahal kami sengaja makan dikit di resepsi demi unyu.


Done for today. Cuma sehari tapi quality time sekali. Saya benar-benar merindukan masa-masa ini. Dulu, hampir setiap malam kami keluar bareng, traveling bareng, makan bareng, nge gila bareng. Such a loveable moments those I can't forget. Love you guys. Smoga kita cepat bertemu lagi :*


Wednesday, January 15, 2014

Holiday Day #10 - Last Moment, Thank You Mates

Rabu, 15 Januari 2014, hari kesepuluh, last moment ...

Bisa dibilang ini hari terakhir saya di Bali karena besok saya pulang siang hari L
Ahhh, rasanya sedih banget, masih pingin lebih lama di sini. Dan sepertinya resolusi saya 2thn yg lalu harus benar-benar di realisasikan. Pada waktu itu saya bercita-cita harus tinggal dan menetap di Jakarta atau Bali. Tapi sepertinya Bali lebih ok ya. Cari duit dulu di Jakarta, baru setelahnya move on ke Bali :D

Sebenarnya saya sudah tidak tahu mau ke mana hari ini. Tempat yg sebenarnya pingin dikunjungi terlalu jauh. Dan akhirnya, taraaaaa! Flashback ke Tanah Lot.

#1 – Pura Tanah Lot

Entah sudah ke berapa kalinya saya ke sini. Tidak ada yg berubah. Tetap ramai, menurut saya ini obyek wisata teramai di Bali dengan pengunjung mayoritas turis lokal :p Jadi agak males juga sih berlama-lama di sini. Bukan karena banyak turis lokal, tetapi karena terlalu ramai, ga bisa menikmati pemandangan. Cuma ambil beberapa foto pemandangan akhirnya lanjut pergi :D




Super duper ramai

#2 – Echo Beach

Searah dari Tanah Lot, saya menuju Echo Beach di daerah Canggu. Sebuah pantai yg bisa dibilang belum dikenal khalayak ramai. Lokasinya dikelilingi oleh Vila-vila mewah yg rata-rata dihuni oleh turis asing. Bisa dibilang pantai ini mirip pantai pribadi karena lokasinya yg sedikit tersembunyi. Cocok untuk yg ingin menenangkan diri :)



------------------------------------------------------------------

Saking bingungnya harus mejelajah ke mana, akhirnya saya cuma ke mall, tidak niat belanja, hanya ingin tahu bentuk-bentuk mall di Bali karena selama ini saya memang tidak pernah tertarik untuk wisata di mall :D Mulai dari Galeria, Discovery saya jelajahi. Dan akhirnya mulai capek dan berjalan menuju pantai Kita. Apalagi kalau bukan menunggu sunset moment. Sebelumnya saya gagal menikmati sunset di Kuta. Tapi kali ini? Jelas, gagal lagi -_-“ Cuaca sangat buruk, angin super duper kencang, dan ternyata malam ini bulan purnama yg artinya warga bali akan sibuk mebanten alias sembahyang. Huaaa, saya suka sekali ini. Dulu sering lihat ini di Jogja. Sekarang lihat langsung di tempat aslinya. Saya suka melihat orang Bali dengan kebaya dan baju adatnya, unik. Aura mereka telihat sangat beda ketika menggunakan baju sembahyang. Yg perempuan makin jegeg, yg laki-laki makin bagus :D Saking sukanya, saya sampai membeli 1 kebaya Bali model kimono.

#3 – Warung Italia (lagi)

Sepertinya pembukaan dan penutupan saya di Bali adalah makan-makan di Warung Italia, sekaligus farewell :’) Rasanya sedih banget besok saya harus pulang. 7 orang siap menghajar pizza super duper besar ala Warung Italia. Saya, Beny, Jeki, Yozia, Yulius, Adit, dan Oki. 2 loyang pizza ukuran family dengan diameter 50cm mendarat manis di atas meja. Entah kenapa raut muka kami langsung berubah, antara langsung kenyang dan berpikir apakah kita sanggup manghabiskannya? Jawabannya adalah, tidak sanggup. Masih tersisa 3 slices dari total 32 slices. Tapi cukup keren dong Cuma sisa 3 :D Perut-perut bomber siap meledak setelah ini.

Berhubung ini malam terakhir di Bali, saya harus memanfaatkan moment ini untuk keliling kota terakhir kalinya. Mulai dari menyusuri pantai Seminyak, Pantai Kuta, Legian yg hingar bingarnya bakalan bikin saya kangen luar biasa, live music di Vi Ai Pi yg lagu-lagunya selalu saya suka, dan beberapa daerah lain favorit saya. I’m gonna miss these. And I promise, I’ll be back for good J Thank you Bali, wait me years ahead. Sisakan tempat buat saya di sini ya :D 

Tuesday, January 14, 2014

Holiday Day #9 - Tour de East Bali

Kalau saja saya masih berstatus pegawai, hari ini akan jadi hari yg luar biasa. Selasa dan tanggal merah. Berhubung status saya jobless, everyday is holiday :D

Mumpung hari libur, dengan modal mobil rental, akhirnya 6 orang anak muda beraksi, menuju Karangasem. Awalnya kami berniat berangkat tadi malam untuk mengejar sunrise di Karangasem yg konon katanya indah banget. Tapi cuaca ga mendukung, hujan deras, kasur terasa lebih menarik untuk ditemani. Kalaupun jadi berangkat, kami tidak akan dapat sunrise moment karena hujan deras masih berlanjut sampai pagi ini.
Tapi apa boleh buat, mobil sudah di sewa, argo terus berjalan, hujan badai tetap kami hajar! Kalau lihat di ramalan cuaca, di Karangasem sendiri cuaca panas. Nekat, hajar! :D Perjalanan ke Karangasem +/- 1,5jam, tetapi kami mampir dulu ke daerah Bangli.

#1 – Penglipuran, Balinese Traditional Village

Ini dia tujuan kami ke Bangli. Penglipuran. Sebuah desa tradisional khas Bali. Rumah adat Bali, kerajinan Bali, dll. Jadi tempat ini semacam komplek rumah-rumah tradisional Bali, dan saya suka sekali. Cantik, menarik, dan rapi. Saya jadi pingin punya rumah di desa ini :D Sayang, hujan masih belum juga reda sehingga memaksa kami harus menyewa payung sambil berjalan mengelilingi desa. 5 umbrella boys & 1 umbrella girl beraksi. Rumah-rumah di desa ini tertata sangat rapi, nomor rumah berurutan, dan di setiap pagar rumah terdapat papan yg bertuliskan nama kepala keluarga dan berapa jumlah anggota keluarga yg tinggal di rumah tsb berdasarkan jenis kelamin. Semuanya tertata sangat rapi. Kami tidak hanya berjalan melewati rumah-rumah tsb, beberapa rumah menerapkan sistem open house. Kami diperbolehkan masuk dan melihat-lihat tatanan rumah, bahkan ada beberapa yg juga menjual beberapa kerajinan tangan buatan mereka sendiri. Sambil menyelam minum air. Overall saya suka sekali desanya. Masih tradisional banget tapi rapi dan cantik.

Welcome!

 Rumah tampak depan (pagar) ...


Bangunan utama rumah ... 

Semacam pendopo di depan rumah 

Bangunan dapur

 My umbrella boys :D


 Jalanan Desa Penglipuran, luar biasa bersih dan rapi <3

Pura di Desa Penglipuran







Yeru, Me, Beny, Jeki, Yulius, Adit (ki-ka)

Kami melanjutkan perjalanan ke Karangasem menuju lokasi wisata ke-2. Cuaca mulai membaik. Dan sampai di Karangasem, kata-kata ramalan cuaca memang benar, di sini luar biasa panas. Ga ada tanda-tanda selesai hujan sedikitpun.

#2 – Taman Ujung Soekasada Watercastle   

Namanya saja Taman Ujung, sudah pasti lokasinya paling ujung daerah Karangasem. Taman Ujung ini adalah istana Raja Karangasem pada masanya. Yg sudah pernah ke Jogja, mungkin pernah ke Tamansari Watercastle, nah, ini sama dengan itu. Tapi menurut saya jauh lebih bagus, sangat bagus malah. Letaknya benar-benar di atas kolam, halamannya luar biasa luas dan hijau, diapit oleh gunung dan laut sekaligus di kiri dan kanannya. Foto mungkin kurang bisa menggambarkan keindahan aslinya, tapi setidaknya saya bisa memberikan sedikit gambaran obyek wisata ini.
Berbeda dengan kebanyakan tempat wisata di Bali, pengunjung Taman Ujung justru kebanyakan turis lokal, seperti kami. Tapi sangat worth it untuk dikunjungi. Ga sia-sia jauh-jauh hampir 2 jam perjalanan dan hujan-hujan-an kalau dapat tempat wisata yg kayak gini :D



Lorong menuju bangunan utama istana ...


View bangunan utama istana 


Laut di sebelah kanan

Gunung di sebelah kiri












 Heboh sendiri lihat hasil foto panorama Jeki X_X

#3 – Pantai Candidasa.

Namanya agak membingungkan ya. Candidasa, pantai atau candi? :D Sebenarnya kami ingin mampir ke Pantai Amed, tetapi sudah terlalu sore. Akhirnya kami memutuskan untuk ke pantai Candidasa saja yg kebetulan lokasinya memang di pinggir jalan dan sekali lewat perjalanan kami kembali ke Denpasar. Pantainya tidak begitu istimewa, tapi cukup bersih. Masih terlalu lama kalau mau mendapatkan sunset. Akhirnya saya hanya mengambil beberapa gambar sebelum sunset. 


Sepertinya trip hari ini emang the best. Hari-hari terakhir saya di Bali makin luar biasa dan makin berat buat ninggalin Bali. Saya bersyukur punya teman-teman luar biasa di sini. Thank you mates! Thank you my umbrella boys! :D

Monday, January 13, 2014

Holiday Day #8 - Guilty Pleasure

Senin, 13 Januari 2014

Harusnya pagi ini saya sudah duduk manis di Ngurah Rai Airport, menanti pesawat yg akan membawa saya kembali ke Jogja. Tapi karena ‘kegilaan’ saya, ticketnya hangus percuma :p
Saya extend holiday sampai hari Kamis, wow! 4 hari sendiri extendnya :D
Mumpung saya bisa liburan lebih lama, kalau ga jadi pengangguran seperti ini, kapan lagi saya bisa long holiday :D

Dan sepertinya extend holiday ini saya manfaatkan dengan tidur di kost karena cuaca di luar hujan deras. Mendukung banget ya L  Sepertinya extend holiday berarti extend istirahat, memulihkan tenaga, woles banget -_0

Sekitar siang hari cuaca mulai bersahabat. Tanpa berpikir panjang langsung kabur dari kost, saatnya melihat dunia :D Sebenarnya saya ga tahu harus ke mana. Akhirnya saya ke daerah Kuta.

Diawali dengan makan sate bab* di GOR Kuta yg nge-hits banget. Ini kali kedua ke sini dan saya ga bosan-bosan makannya, tempatnya sederhana banget, cuma di tengah lapangan. Tapi, pembelinya super banyak dan rata-rata orang luar Bali.
Ga niat banget fotoinnya. Udah mau habis baru di foto, angle-nya ga ok pula :|

Niatnya ingin lihat sunset, tapi kecepetan. Sunset 18.30, saya datang jam 17.00. Akhirnya memutuskan untuk duduk manis dulu di Starbucks sambil menikmati Hazelnut Chocolate Signature. Itulah saya, selalu order cokelat di Coffee Shop mana pun karena memang saya tidak pernah suka coffee L

Ga maksud pamer tempatnya, cuma suka aja arsitektur minimalisnya :)

My Hazelnut Choco Signature 

Mendekati sunset moment, saya menyebrang jalan menuju pantai Kuta. Ramai sekali. Semua orang duduk manis standby dengan kamera di tangan masing-masing untuk mengabadikan sunset. Tapi sayang, awan tebal hari itu dan sunset pun tidak muncul. Hidden Sunset yg berujung Failed Sunset :( 

 The Failed Sunset :(